Marcel Dilarang Bermain 6 Laga, Semen Padang Ajukan Banding

PADANG, KOMPAS.com – Hukuman larangan bermain pada enam pertandingan plus denda Rp 20 juta untuk Marcel Sacramento dinilai sangat tidak adil oleh manajemen Semen Padang.

Untuk itu, tim berjuluk Kabau Sirah akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Seperti dikatakan CEO Semen Padang, Iskandar Lubis, sanksi yang diterima Marcel dinilai terlalu berat, tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Marcel di lapangan.

“Kami kirim surat banding hari ini (Jumat, 26 Mei 2017) dan berharap PSSI bisa mempertimbangkannya dengan adil. Kami diberi waktu tiga hari untuk banding setelah surat keputusan keluar,” ujar Iskandar.

Sementara itu, manajer Win Benardino menyebut, hukuman yang dijatuhkan kepada striker Semen Padang itu sangat merugikan. Marcel adalah andalan timnya di lini depan.

Absennya Marcel akan menyulitkan Semen Padang dalam mengarungi kompetisi Liga 1.

“Ini terlalu berat bagi kami. Apa yang terjadi di lapangan bukan berdiri sendiri. Semuanya juga ada sebab. Namun, PSSI hanya melihat kesalahan yang dilakukan Marcel. Kami juga tak setuju dengan tingkah laku Marcel, tetapi hukuman yang diberikan kepadanya sangat tidak adil,” kata Win.

Penilaian serupa juga dilontarkan pelatih Semen Padang, Nilmaizar.

Menurut dia, hukuman larangan bertanding enam pertandingan dan denda Rp 20 juta adalah keputusan yang tidak seimbang dengan apa yang dilakukan Marcel.

Mestinya PSSI melihat secara utuh, tidak hanya melihat kejadian yang menyebabkan sanksi kartu merah. Ia tahu Marcel tidak akan bertindak sembrono seperti itu kalau ia tak disakiti lawan yang berlebihan.

“Sebagai pelatih, saya tidak setuju tindakan Marcel yang terlalu reaktif menyikapi rasa tidak adil yang dirasakan. Namun, itu terjadi karena sudah menumpuk berkali-kali kejadian yang tak digubris wasit. Sebagai kapten, wajar ia bereaksi,” kata Nil.

Marcel dikartu merah wasit Prastyo Hadi saat Semen Padang jumpa Bhayangkara FC di Stadion Patriot Bekasi pada pekan ketujuh Liga 1.

Saat itu, ia diganjal dengan dua kaki dari belakang oleh Otavio Dutra, tetapi wasit tak menghukum pemain asing Bhayangkara tersebut. (Yosrizal)

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/09550078/marcel.dilarang.bermain.6.laga.semen.padang.ajukan.banding

Sriwijaya Vs Madura United, Upaya Atasi Krisis Bek dan Hapus Trauma

KOMPAS.com – Saat kekalahan menyakitkan dari PSM Makassar di laga pamungkas masih begitu membekas, Sriwijaya FC dihadapkan pada masalah yang lebih besar. Laskar Wong Kito mengalami krisis di lini belakang.

Bek tengah Firdaus Ramadhan dipastikan harus absen karena sanksi akumulasi kartu kuning.

Hal ini membuat Sriwijaya hanya memiliki Yanto Basna di jantung pertahanan mengingat Bobby Satria masih terganggu cedera. Begitu juga dengan Ahmad Maulana dan Bio Paulin.

Rangkaian cedera ini tak bisa dianggap remeh. Sabtu (27/5/2017), tim asuhan Osvaldo Lessa kedatangan tim kuat Madura United.

Tak heran bila pelatih Osvaldo Lessa sangat berharap Bobby bisa pulih tepat waktu. Namun, bila mesti menghadapi kemungkinan terburuk, Lessa mengaku siap.

“Kami masih punya Marco Meraudje dan Gilang Ginarsa. Marco sudah beberapa kali turun dan menempati posisi di lini belakang,” kata Lessa.

Bagaimana dengan absennya bek kiri Zalnando karena dipanggil ke pelatnas timnas U-22 Indonesia? Lessa menyebut bahwa Indra Permana bisa dimainkan sebagai pengganti.

Sang pelatih bisa bernapas sedikit lebih lega karena kiper Teja Paku Alam diperkirakan bisa merumput. Hadirnya Teja akan sangat berarti bagi tuan rumah.

Fakta bahwa tim tamu merupakan tim tersubur bersama Mitra Kukar dan PS TNI dengan torehan 11 gol cukup menggambarkan beratnya masalah yang bakal dihadapi Sriwijaya.

Ancaman terbesar tentu saja datang dari Peter Odemwingie, yang mencetak empat gol dalam lima penampilan terkininya.

Trio PSG

Tentu yang mesti diwaspadai bukan Odemwingie seorang. Kombinasi striker Nigeria berusia 35 tahun ini dengan Greg Nwokolo seperti saat menghadapi PS TNI pekan lalu meningkatkan level ancaman yang dimiliki tim tamu.

Dengan sokongan Slamet Nurcahyo, lengkaplah kengerian yang diciptakan trio PSG (Peter-Slamet-Greg) ini. Motivasi tinggi juga dimiliki oleh Fabiano Beltrame cs di Jakabaring.

Trauma hebat yang mereka rasakan dari Sriwijaya di turnamen TSC tahun lalu ingin dihapus. Dalam dua bentrok di ajang tersebut, Madura United selalu kalah dengan total kebobolan 10 kali dan hanya mencetak dua gol.

Tim tamu mesti kehilangan gelandang paten Dane Milovanovic akibat hukuman akumulasi kartu kuning. Untuk mengisi pos tersebut, pelatih Gomes de Oliveira mungkin menurunkan Boubacar Sanogo. (Noverta Salyadi/Suci Rahayu/Andrew Sihombing)

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/11490068/sriwijaya.vs.madura.united.upaya.atasi.krisis.bek.dan.hapus.trauma.

Jamu Mitra Kukar, Arema FC Timpang di Lini Belakang

MALANG, KOMPAS.com – Tim Arema FC dipastikan tampil pincang saat menjamu Mitra Kukar pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (28/5/2017). Sejumlah pemain andalan di lini belakang Singo Edan tidak bisa dimainkan.

Arthur Cunha dan Bagas Adi Nugroho belum pulih dari cedera yang dialaminya. Sementara Jad Noureddine dipastikan absen karena akumulasi kartu.

Namun demikian, Arema FC optimistis akan tampil maksimal di hadapan para pendukungnya, Aremania. Sejumlah posisi yang kosong sudah diisi oleh pemain lainnya.

“Pemain sudah siap walaupun memang ada banyak perubahan komposisi pemain. Jadi bisa dikatakan besok banyak pemain yang menempati posisi baru,” kata Pelatih Arema FC, Aji Santoso, dalam konferensi pers di Kantor Arema FC, Sabtu (27/5/2017).

Rencananya, Hanif Sjahbandi akan menempati posisi baru sebagai stopper.

“Mudah-mudahan saja Hanif bisa tampil seperti yang diharapkan,” katanya.

Sementara itu, Aji bertekad untuk membawa Arema FC bangkit dari episode kelamnya setelah tampil buruk selama tiga pertandingan. Aji mengaku akan memaksimalkan lini depannya untuk mendobrak pertahanan lawan.

“Karena kami hanya punya dua striker. Itu yang coba nanti kami maksimalkan,” ujarnya.

Dikatakan Aji, ada sejumlah kemungkinan lini depannya tidak bisa tampil maksimal. Di antaranya adalah karena minim peluang dan pertahanan lawan yang terlalu ketat.

“Ya kalau menurut saya semuanya sangat kompleks. Bisa saja striker belum bisa mencetak gol karena tidak ada peluang. Yang kedua mungkin juga lawan menerapkan pertahanan yang cukup kuat. Memang ini pekerjaan kami untuk mempertajam lini depan,” ungkapnya.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/19202078/jamu.mitra.kukar.arema.fc.timpang.di.lini.belakang

Madura United Ingin Ukir Sejarah di Kandang Sriwijaya FC

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Pelatih Madura United FC, Mario Gomes De Oliviera, menyatakan mereka ingin mengukir sejarah baru ketika melawan Sriwijaya FC dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (27/5/2017).

“Kami ingin membuat sejarah baru, bahwa Madura selalu kalah dengan Sriwijaya FC, dan kami bertekad untuk membawa pulang poin penuh,” kata Gomes melalui sambungan telepon, Jumat (26/5) malam.

Pelatih asal Brasil itu menyatakan klubnya datang ke Palembang dengan komposisi yang jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

“Ada perbedaan cara main dan harus selalu lebih baik tentunya, harus bisa bermain sabar dalam bertahan dengan tidak melakukan kesalahan-kesalahan di area pertahanan,” ucap Gomes.

Diakuinya, Madura United saat ini sudah sangat bagus dalam menyelesaikan bola-bola mati.

“Tentunya, pemain juga harus fokus dalam finishing touch, jangan sampai peluang yang ada sia-sia,” kata Gomes.

Ia menambahkan, tiga kali pertandingan yang telah dijalani Madura United hendaknya menjadi perhatian, yakni saat menghadapi Perseru Serui, Arema FC dan PS TNI.

“Saat itu, kami banyak peluang yang gagal menjadi gol. Kami optimistis pemain sudah makin fokus dalam penyelesaian akhir. Mereka terus berlatih dengan baik sebelum berangkat ke Palembang,” ujarnya.

Pada laga tandang ini, klub berjulukan Laskar Sape Kerrap tersebut berkekuatan 20 pemain dengan tiga di antaranya pemain asing. Marquee player Madura United, Peter Osaze Odemwingiee, tetap menjadi andalan.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/20190058/madura.united.ingin.ukir.sejarah.di.kandang.sriwijaya.fc

Marc Klok Tidak Trauma Main di Liga 1 meski Pernah Dicekik

MAKASSAR, KOMPAS.com – Gelandang bertahan PSM Makassar, Marc Anthony Klok, mengaku tidak trauma bermain pada kompetisi Indonesia. Padahal, dia sempat dicekik Kapten PS TNI Manahati Lestusen pada pertandingan Liga 1.

“Saya tidak pernah trauma bermain sepak bola di manapun. Saya hanya berupaya untuk membantu tim meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan,” ujar Marc Anthony Klok seperti laporan Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina dari Gresik, Sabtu (27/5/2017).

Pemain yang mendapat kepercayaan sebagai algojo tendangan bola mati ini juga mengaku siap dengan kondisi apapun dalam setiap pertandingan. Dirinya juga berharap bisa membantu mengangkat prestasi tim Juku Eja pada kompetisi karta tertinggi di Indonesia tersebut.

Klok termasuk pemain yang diandalkan pelatih kepala PSM Robert Rene Alberts untuk meraih poin maksimal menghadapi tuan rumah Persegres Gresik United dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Petrokimia Gresik, Minggu (28/5/2017).

Adapun pemain lain yang juga diboyong dalam tur Jawa Timur ini yakni Rivki Mokodompit, Zulkifli Syukur, Hamka Hamzah, Steven, Reva Adi Utama, Muhammad Arfan.

Selanjutnya Romario, Wiljan Pluim, Titus Bonai, Ardan Aras, Reinaldo Elias da Costa, Deny Marcel, Hendra Wijaya, Rizky Pellu, Syamsul Chaeruddin, Ghozali Siregar, Ferdinand Sinaga, Asnawi dan M Rahmat.

“Saya hanya fokus bagaimana bisa membantu tim meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan. Saya tidak trauma bermain sepak bola dimanapun,” ujarnya.

Klok adalah pemain kelahiran Amsterdam, Belanda pada 20 April 1993. Pada awal kariernya di dunia sepak bola, ia bergabung bersama Utrech B yang merupakan salah klub peserta Eradivise Belanda pada musim 2011-2013.

Ia kemudian pindah ke Ross County yang juga klub asal Belanda. Selanjutnya, ia pindah setelah menerima tawaran kontrak PFC Cherni More (klub asal Bulgaria) pada tahun 2014.

Pemain berusia 23 tahun ini juga pernah mencicipi atmosfer Divisi Championship di Inggris pada musim 2016, sebelum hijrah ke Dundee FC.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/28/08080038/marc.klok.tidak.trauma.main.di.liga.1.meski.pernah.dicekik

Persegres Waspadai Willem Jan Pluim saat Jamu PSM Makassar

GRESIK, KOMPAS.com – Persegres Gresik United akan menjamu PSM Makassar di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu (28/5/2017), dalam lanjutan Liga 1. Pelatih Persegres Hanafi berharap pasukannya bisa tampil penuh semangat, seperti ketika melawan Persib Bandung dan Persiba Balikpapan.

“Soal penampilan, kami akan tampilkan seperti sebelumnya saat menghadapi Bandung dan Persiba Balikpapan sebagai pedoman,” ucap Hanafi dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Sabtu (27/5/2017) sore.

“Persiapan Persegres, kami sudah siap. Karena ada waktu libur satu minggu, selesai dari Barito (Putera) kami sudah persiapkan diri (menghadapi PSM),” kata dia.

Hanya saja, Persegres tidak akan bisa menampilkan skuad terbaiknya karena ada dua pemain pilarnya yang terindikasi cedera. Penjaga gawang Satria Tama mendapatkan cedera di bagian kepala sewaktu bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22, sementara Choi Hyun Yeun mengalami cedera kambuhan.

“Tapi memang ada kendala, kemarin Satria dan Choi sakit (cedera). Khusus Choi, mungkin dia cedera lamanya kambuh. Jadi Satria dan Choi tidak akan kami pasang,” ujar Hanafi.

Guna menyiasati hal itu, Hanafi pun menyatakan telah menyiapkan serangkaian skema guna bisa mempersembahkan poin maksimal. Termasuk, bakal membongkar lini tengah yang takkan diperkuat oleh Choi.

“Ada perubahan di posisi tengah. Ada Alex (M Faris Ardiansyah) dan (Muhammad) Said, kemudian kami dorong Fitra (Ridwan) lebih ke depan untuk bisa lebih bebas. Kemudian ada pemain kunci (PSM Makassar) yang kami waspadai. Mudah-mudahan anak-anak besok tenaganya bagus, terus bisa main fight. Jadi harus berani kami,” tutur dia.

Sementara saat dikonfirmasi mengenai pemain yang perlu diwaspadai dari kubu PSM, tanpa ragu Hanafi menyebut nama Willem Jan Pluim yang berstatus marquee player. Dia menganggap Pluim adalah “nyawa” permainan tim asuhan Robert Rene Alberts.

“Pemain yang perlu diwaspadai, mungkin marquee playernya yang dari Belanda (Willem Jan Pluim). Makanya kami ada si Alex untuk itu, mungkin babak kedua baru akan kami ubah,” ucap Hanafi.

Persegres membutuhkan tambahan poin maksimal bila ingin keluar dari papan bawah klasemen sementara. Saat ini, tim Laskar Joko Samudro masih terdampar di urutan ke-17 dari 18 kontestan, dengan mengantongi 4 poin dari 7 pertandingan.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/20510018/persegres.waspadai.willem.jan.pluim.saat.jamu.psm.makassar

Mitra Kukar Waspadai Arema FC dalam Kondisi Apapun

MALANG, KOMPAS.com – Mitra Kukar memilih tetap waspada meski pemain belakang andalan Arema FC banyak yang absen dalam lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (28/5/2017).

Pelatih Mitra Kukar, Jafri Satra, mengatakan bahwa Arema FC merupakan tim yang telah menunjukkan prestasi. Oleh karenanya, dalam kondisi apapun penampilan Arema FC perlu diwaspadai.

“Saya baca beberapa hari terakhir ini Arema punya masalah dalam tim. Tapi bagaimana pun bagi saya Arema adalah tetap Arema. Tim yang punya prestasi luar biasa,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Arema FC, Kota Malang, Sabtu (27/5/2017).

Jafri mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan pasukannya sebelum terbang ke Malang. Selain strategi pertandingan, fokus dan disiplin pemain sudah dipersiapkannya untuk meladeni penampilan para pemain Arema FC.

“Kami Mitra Kukar hanya lebih mempersiapkan diri. Lebih disiplin dan fokus. Ada tiga hari kemarin kami punya waktu sebelum kami berangkat ke sini. Kami benahi semua kekurangan kami. Mudah-mudahan besok semua bisa mengembangkan permainan untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Terkait dengan jadwal pertandingan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, Jafri mengaku tidak masalah. Menurutnya, bertanding pada bulan puasa sudah biasa terjadi dalam kompetisi di Indonesia.

“Sebetulnya sudah biasa di Indonesia bulan suci Ramadhan ada kompetisi. Yang terpenting pemain siap melakukannya dengan enjoy,” ungkapnya.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/21480008/mitra.kukar.waspadai.arema.fc.dalam.kondisi.apapun

Rene Alberts Tak Setuju Istilah “David Vs Goliath”

GRESIK, KOMPAS.com – Persegres Gresik United akan menjamu PSM Makassar di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu (28/5/2017) malam, dalam lanjutan Liga 1. Pertemuan dua tim ini ibarat duel antara David and Goliath jika posisi di klasemen sementara menjadi acuan.

Hingga pekan ketujuh, PSM masih kokoh di puncak dengan kemasan 16 poin. Sementara itu Persegres masih tertatih-tatih di peringkat bawah, atau tepatnya di urutan ke-17 dengan koleksi 4 angka.

“Cukup menarik nanti saya kira, karena Gresik (Persegres) akan berusaha keras bangkit dari papan bawah. Kami melihat ini akan menjadi pertandingan yang sulit, saya menghargai Gresik dalam sebuah tim dan di mana mereka sekarang itu bukan cerminan Gresik itu sendiri,” ujar pelatih PSM Robert Rene Alberts dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Sabtu (27/5/2017) sore.

“Pada saat ini di klasemen kami nomor satu, dan target kami adalah untuk tetap berada di nomor satu. Kami datang dengan persiapan penuh dan kami berharap bisa memainkan sepak bola yang kami mau dan itu akan memberikan kami 3 poin,” ucap dia.

Meski terpaut cukup jauh di klasemen sementara, tetapi pelatih berkebangsaan Belanda ini enggan menganggap remeh Persegres. Ia pun tidak setuju dengan ungkapan David and Goliath, yang dianggapnya bisa membuat tim asuhannya bakal terlena.

“Saya kira pertandingan-pertandingan sebelumnya itu tidak berpengaruh, tidak usah membandingkan. Sejauh ini baru tujuh laga dan saya tidak setuju dengan istilah David and Goliath, saya kira setiap tim punya kesempatan untuk mengalahkan tim lain dan membuat kecewa tim lain,” kata mantan arsitek Arema FC ini.

“Saya kira sukses itu tidak bisa dibeli, tapi dibangun dari bawah. Dan saya kira, ini juga hasil yang sudah kami bangun dari kemarin (musim sebelumnya). Kami bangun mulai dari bawah, dan kami bisa lihat PSM Makassar bisa bersaing dengan lima klub besar,” tutur dia.

Robert lantas menjelaskan, proyek besar PSM sebenarnya sudah mulai dibangun sejak berlaga pada turnamen musim lalu, dengan Willem Jan Pluim sudah tergabung di dalamnya bersama dengan beberapa pemain lokal lain yang masih menjadi tulang punggung tim saat ini. Model itu kemudian ia padukan dengan beberapa pemain lokal berkualitas lain, serta mendatangkan Steven Paulle, Marc Klok, dan Reinaldo Elias.

“Pluim juga sudah gabung dengan kami sejak kemarin, begitu pun pemain asing lain yang sudah gabung saat pra-musim, kecuali Marc yang datang agak terlambat. Namun Marc dengan cepat bisa beradaptasi, dan mereka akan membantu membangun tim ini. Kami ada di nomor satu saat ini, dan akan berjuang untuk tetap menjadi nomor satu,” kata Robert.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/27/22110068/rene.alberts.tak.setuju.istilah.david.vs.goliath.

Hasil Liga 1, Sriwijaya FC Ditahan Madura United

PALEMBANG, KOMPAS.com – Madura United berhasil mewujudkan targetnya dengan mencuri satu poin dari markas Sriwijaya FC. Pada pertandingan pekan ke-8 Liga, kedua tim bermain imbang 0-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (27/5/2017).

“Saya salut dengan Madura United. Mereka berikan perlawanan yang bagus di lapangan,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Osvaldo Lessa.

Pelatih asal Brasil itu mengatakan, banyak peluang didapat timnya. Meski demikian, Madura United juga tak kalah banyak dalam merepotkan lini belakang Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC.

“Lini belakang kami kurang koordinasi. Sepertinya, mereka harus kerja keras lagi,” tutur Lessa yang kehilangan Firdaus Ramadhan dan Bio Paulin di lini belakang sehingga memasukkan pemain pelapis.

Dari kubu Madura United, pelatih Gomes de Oliveira bersukacita dengan hasil ini. Dia mengakui puas dengan penampilan anak asuhnya di lapangan.

“Hanya, ada keputusan wasit yang hampir merugikan kami. Mudah-mudahan hal seperti itu tidak terjadi lagi,” katanya.

Menurut sang pelatih, hasil imbang di kandang Sriwijaya FC merupakan salah satu performa terbaik timnya. Dia menilai hasil tersebut sejajar dengan ketika menahan imbang 1-1 Arema FC atau menang 4-1 atas PS TNI.

Pada pertandingan lain, PS TNI menang 3-2 saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Pakansari, Bogor.

PS TNI sempat unggul tiga gol terlebih dahulu melalui Sansan Fauzi (23’, 53’) dan Leonel Nunez (40’). Namun, Persela bisa mempertipis kedudukan lewat gol Ivan Carlos (77’) dan Birrul Walidain (86’).

Pada pengujung laga, PS TNI harus bermain dengan 10 pemain akibat Guntur Triaji mendapatkan kartu kuning kedua. Untung bagi tuan rumah, mereka bisa mempertahankan keunggulan 3-2.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/28/01062318/hasil.liga.1.sriwijaya.fc.ditahan.madura.united.

Gelandang Muda Arema FC Bakal Dipasang Jadi Bek Tengah

MALANG, KOMPAS.com – Pemain muda Arema FC, Hanif Sjahbandi, akan melakoni posisi baru saat melawan Mitra Kukar dalam lanjutan pertandingan Liga 1, Minggu (28/5/2017). Hanif yang biasanya bermain di posisi gelandang, dipindah ke posisi bek tengah.

Meski tidak ditempatkan pada posisi yang semestinya, pemain kelahiran 7 April 1997 itu optimistis bisa memberikan penampilan optimal.

“Kebetulan, beberapa hari terakhir, coach Aji Santoso sudah memberikan instruksi kepada saya. Jadi, apa pun yang terjadi, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penampilan terbaik,” katanya di Kantor Arema FC, Kota Malang, Sabtu (27/5/2017).

Pergeseran posisi Hanif dari gelandang ke stopper karena pemain lini belakang Arema FC banyak yang absen. Arthur Cunha dan Bagas Adi Nugroho masih menderita cedera.

Jad Noureddine dipastikan absen karena akumulasi kartu. Junda Irawan juga berpotensi tidak dimainkan karena kondisinya yang kurang fit.

Bagi Hanif, apa pun instruksi pelatih, harus dijalani dengan maksimal. Rencananya, Hanif akan dipasangkan dengan Syaiful Indra Cahya di lini belakang.

“Pelatih sudah memberikan instruksi. Saya cuma jalani instruksi saja,” jelasnya.

Hanif masih dalam masa berkabung selepas ayahnya meninggal dunia. Namun, dia mengaku tidak akan berpengaruh terhadap penampilannya.

“Saya berusaha seprofesional mungkin dengan tidak mencampur urusan keluarga dengan urusan pekerjaan. Itu saja,” katanya.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/05/28/05264558/gelandang.muda.arema.fc.bakal.dipasang.jadi.bek.tengah