Persela Siapkan Pengganti Ivan Carlos saat Jamu Sriwijaya FC

LAMONGAN, KOMPAS.com – Persela Lamongan akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (1/6/2017) malam, pada lanjutan Liga 1. Persela dipastikan tidak akan diperkuat oleh penyerang asing andalannya, Ivan Carlos.

Penyerang berkebangsaan Brasil tersebut harus menepi karena menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. Terkait hal ini, pelatih Persela Heri Kiswanto mengaku tidak khawatir, karena sudah menyiapkan pengganti yang dianggapnya cukup sepadan.

“Ivan Carlos absen karena akumulasi kartu kuning. Kami dalam beberapa kali latihan sudah coba sejumlah pemain. Soal siapanya, lihat saja nanti saja saat pertandingan, siapa yang bakal menggantikan peran Ivan Carlos,” kata Herkis, sapaan akrab Heri Kiswanto, dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Rabu (31/5/2017).

Meski baru saja menjalani pertandingan dengan hasil kurang maksimal, Herkis tetap enggan meremehkan kekuatan Sriwijaya. Dia menganggap, kondisi yang dialami setiap kontestan Liga 1 tidak jauh berbeda.

“Sriwijaya tim bagus. Semua tim sekarang berbeda, kompetisi pun berbeda, karena aturannya berbeda. Sehingga antara pemain muda dan senior harus kompak demi menjaga keutuhan tim. Saya selalu katakan bahwa setiap pertandingan harus bisa lebih baik dari yang kemarin,” ucap Herkis.

“Intinya sebagai tuan rumah ya harus 3 poin, kami akan berusaha untuk itu. Tapi yang jelas, kami harus bisa lebih baik dari yang kemarin (lawan PS TNI), supaya bisa tetap berada di jalur kemenangan,” ujar dia.

Persela sempat tampil superior usai menang telak 4-0 atas Arema FC. Setelah itu, mereka justru terkapar saat mengunjungi markas PS TNI karena kalah tipis 2-3 dalam laga terakhir.

Karena itu, Herkis berharap pasukannya konsistensi di jalur kemenangan demi memberikan kepuasan kepada para suporter, penonton yang telah hadir ke stadion, serta jajaran manajemen.

Sementara terkait bakal absennya Ivan Carlos, Fahmi Al Ayyubi yang digadang banyak pihak sebagai penyerang muda potensial bersama Saddil Ramdani, mengaku siap menjawab kepercayaan sang pelatih.

“Saya akan coba kembali berjuang untuk bisa mencetak gol. Asal semua pemain bisa kompak, saya yakin tidak ada masalah. Saya sendiri akan coba bermain maksimal, untuk bisa mempersembahkan kemenangan bagi Persela,” tutur Fahmi.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/01/03580058/persela.siapkan.pengganti.ivan.carlos.saat.jamu.sriwijaya.fc

Luis Milla Klarifikasi Keputusan Tak Panggil Evan Dimas, Hansamu, dan Ezra

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelatih tim nasional Indonesia, Luis Milla, memberikan klarifikasi terkait keputusannya tidak memanggil tiga pemain untuk dua laga uji coba internasional melawan Kamboja pada Kamis (8/6/2017) dan Puerto Riko, Selasa (13/6/2017).

Seperti disampaikan oleh asisten pelatih timnas Bima Sakti, keputusan tidak memanggil Evan Dimas, Hansamu Yama dan Ezra Walian murni karena keinginan Milla. Hansamu dan Evan Dimas diberi waktu istirahat sedangkan Ezra harus menyelesaikan masalah kontraknya.

“Kami sangat paham kualitas Hansamu dan Evan, tetapi volume bermain mereka di klub cukup tinggi, apalagi Evan sedikit cedera pergelangan kaki kemarin,” ujar Bima, dikutip dari keterangan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diterima di Jakarta, Rabu (31/5).

Sementara Ezra, pemain naturalisasi yang ikut dalam pemusatan latihan (TC) di Bali beberapa waktu lalu, diberikan kesempatan untuk menyelesaikan persoalan terkait masa depannya. Kontrak Ezra bersama klubnya, Jong Ajax, habis pada pertengahan 2017.

“Pelatih dan saya sudah bicara panjang lebar dengan Ezra. Dia ingin fokus menentukan langkah berikutnya, jadi kami berikan kesempatan untuk dia menyelesaikan dahulu pilihan masa depannya,” kata Bima.

Timnas Indonesia akan menghadapi Kamboja pada laga tandang di Phnom Penh, Kamboja. Sementara itu partai uji coba melawan Puerto Riko digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Para pemain yang dipanggil untuk dua pertandingan uji coba itu adalah Kurnia Meiga Hermansyah dan Satria Tama Hardianto yang mengisi pos penjaga gawang.

Di barisan belakang ada Gavin Kwan Adsit, Andi Setyo Nugroho, Fachrudin Wahyudi Aryanto, Bagas Adi Nugroho, Ricky Fajrin Saputra, M Rezaldi Hehanusa dan Osvaldo Haay Ardiles.

Di sektor gelandang, Milla memanggil Muhammad Hargianto, Stefano Lilipaly, Bayu Pradana, Hanif Abdurrauf Sjahbandi, Gian Zola Nasrulloh Nugraha, Irfan Bachdim, Febri Hariyadi, Miftahul Hamdi, Septian David Maulana dan Saddil Ramdani.

Sedangkan untuk posisi penyerang, pelatih asal Spanyol itu memberikan kepercayaan kepada Ahmad Nur Hardianto, Yabes Roni dan Marinus Manewar.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/01/04180038/luis.milla.klarifikasi.keputusan.tak.panggil.evan.dimas.hansamu.dan.ezra

Sriwijaya FC Bingung karena Banyak Pemain yang Cedera

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sriwijaya FC dalam kondisi pincang ketika menyambangi markas Persela Lamongan. Sebab, Laskar Wing Kito kehilangan enam pemain yang sudah pasti tidak bisa tampil dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (1/6/2017) malam.

Enam pemain itu adalah Ahmad Maulana, Rahmat Hidayat, Teja Paku Alam, Yanto Basna, dan Bio Paulin. Mereka harus menepi karena cedera.

“Kami ke sini dengan banyak pemain yang cedera dan tidak bisa main, tapi kami coba siapkan pemain pengganti sesuai kebutuhan. Semoga pemain pengganti, nanti bisa main bagus dalam pertandingan nanti,” ujar pelatih Sriwijaya FC Osvaldo Lessa dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, Rabu (31/5/2017).

Dengan absennya Bio Paulin dan Yanto Basna yang selama ini biasa diplot bermain di jantung pertahanan, ada kemungkinan Osvaldo akan melakukan eksperimen. Karena di area ini, otomatis hanya tersisa Bobby Satria yang biasa bermain sebagai stopper.

“Kami juga sudah siapkan strategi dengan formasi 4-3-3, meski kami harus melakukan rotasi karena ada enam pemain yang cedera,” kata dia.

Meski tanpa diperkuat beberapa pemain andalannya, Osvaldo tetap optimistis tim asuhannya akan mampu memberikan perlawanan. Asalkan, para pemain yang diturunkan bisa bermain sesuai dengan instruksi yang ia berikan serta mau bekerja keras dan disiplin.

“Kami juga harus kerja keras dan semangat dalam pertandingan nanti, untuk bisa mencari poin yang sempat hilang dalam pertandingan sebelumnya. Pemain harus bisa kerja sama tim dan disiplin, sehingga bisa menandingi Persela,” ucap Osvaldo.

Sementara itu pemain Sriwijaya FC Marckho Sandy Merauje menambahkan, dirinya sudah siap mengawal area pertahanan tim Laskar Wong Kito bila kembali dipercaya oleh tim pelatih.

“Saya sudah siap bermain maksimal, bila memang dipercaya pelatih untuk tampil dalam pertandingan nanti. Saya juga akan berusaha keras, bagaimana meredam para penyerang Persela dalam pertandingan nanti,” tutur Sandy.

Pada saat ditahan imbang Madura United 0-0 dalam pertandingan sebelumnya di Palembang, Sabtu (27/5/2017) lalu, Sandy juga sudah mendapat kepercayaan membantu Bobby Satria dan kawan-kawan dalam menggalang lini pertahanan.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/01/06410068/sriwijaya.fc.bingung.karena.banyak.pemain.yang.cedera

Hasil Lengkap Pekan Ke-8 Liga 1, Persib Derita Kekalahan Perdana

KOMPAS.com – Pekan kedelapan Liga 1 menjadi momen antiklimaks buat Persib Bandung. Pekan ini, Atep dkk harus “menelan pil pahit pertama” mereka pada musim ini.

Kekalahan Persib tersebut pula menandakan semua klub peserta Liga 1 musim 2017 telah merasakan kekalahan.

Tampil tertekan dan tidak mampu melepaskan satu pun tendangan mengarah ke gawang lawan, Persib kalah dengan skor tipis 0-1 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (31/5/2017).

Pada laga lain, Arema FC kembali ke trek kemenangan seusai menekuk Mitra Kukar dengan skor 2-0 di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (28/5/2017).

Pada hari yang sama, pemuncak klasemen sementara, PSM Makassar, harus rela berbagai angka 1-1 dengan tuan rumah Persegres Gresik United.

Dua hari berselang, Persipura Jayapura berhasil memanfaatkan keadaan untuk menguntit PSM. Ian Kabes dkk menang dengan skor 3-1 atas Barito Putera di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (30/5/2017).

Sementara itu, PS TNI nyaman di papan atas setelah mengamankan kemenangan atas Persela Lamongan lewat skor 3-2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (27/5/2017). (Segaf Abdullah)

Hasil lengkap pekan kedelapan Liga 1 musim 2017:

Sabtu (27/5/2017)

PS TNI 3-2 Persela Lamongan (Sansan Husaeni 23′, 53′, Leonel Nunez 41′; Ivan Carlos 77′, Birrul Walidain 85′)

Sriwijaya FC 0-0 Madura United

Minggu (28/5/2017)

Arema FC 2-0 Mitra Kukar (Ferry Aman Saragih 50′, Hendro Siswanto 81′)

Persegres Gresik United 1-1 PSM Makassar (Komarudin 53′; Rizky Pellu 81′)

Senin (29/5/2017)

Borneo FC 3-0 Bhayangkara FC (Terens Puhiri 9′, Lerby Eliandry 82′, Shane Smeltz 90 1′)

Semen Padang 2-1 Persiba Balikpapan (Tambun Naibaho 11′, 77′; Siswanto 67′)

Selasa (30/5/2017)

Persipura Jayapura 3-1 Barito Putera (Ferinando Pahabol 13′, Muhammad Tahir 38′, Marinus Wanewar 64′; Dandi Maulana Abdulhak 32′)

Rabu (31/5/2017)

Bali United 1-0 Persib Bandung (Marcos Flores 32′)

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/01/08160028/hasil.lengkap.pekan.ke-8.liga.1.persib.derita.kekalahan.perdana.

Penjelasan Pelatih Sriwijaya FC soal Kekalahan dari Persela

LAMONGAN, KOMPAS.com – Bertandang ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (1/6/2017) malam, Sriwijaya FC yang tak diperkuat beberapa pemain andalannya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.

Meski sempat memimpin melalui gol Alberto ’Beto’ Goncalves pada menit ke-58, Sriwijaya FC harus pulang dengan nol poin karena tuan rumah berhasil membalikkan kedudukan melalui eksekusi penalti Samsul Arif (62;) dan tandukan Aang Suparman (71’_.

Tanpa diperkuat Bio Paulin dan Yanto Basna yang masih dibekap cedera, pelatih Sriwijaya FC Osvaldo Lessa, sempat melakukan ekperimen dengan menempatkan Zalnando, Firdaus Ramadhan, dan Marckho Sandy Merauje, dan Bobby Satria sebagai kuartet pertahanan.

Hanya, hal tersebut tidak dijadikan alasan oleh Lessa dalam kegagalan timnya meraih poin.

“Tidak ada masalah, karena saya lihat para pemain pengganti bermain cukup bagus. Kami pasang tiga pemain muda di belakang. Mereka bagus, tetapi hanya kurang konsentrasi. Padahal, itu diperlukan dalam situasi bola-bola mati,” tutur Lessa dalam sesi jumpa pers.

“Para pemain cadangan sudah kerja bagus, tetapi Persela bisa cetak dua gol balasan, yang semua berasal dari bola mati. Jadi, saya pikir para pemain kurang konsentrasi saja. Karena kalau seperti itu, harusnya lakukan pressing ketat,” kata dia.

Pernyataan sang pelatih diamini Hendra Sandi. Dia membantah komposisi pemain jadi alasan timnya kalah.

“Absennya beberapa pemain tidak berpengaruh besar, pelatih juga sudah bicara kepada kami untuk kerja keras,” ucap pemain yang baru masuk pada babak kedua itu.

“Tadi kami sebenarnya sudah bagus, hanya babak kedua tidak beruntung. Gol Persela juga tercipta dari bola mati, tidak ada yang dari open play,” ujar Hendra.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/02/02313108/penjelasan.pelatih.sriwijaya.fc.soal.kekalahan.dari.persela

Hasil Liga 1, Madura United dan Persela Raih Kemenangan

KOMPAS.com – Dua klub Jawa Timur, Madura United dan Persela Lamongan, sama-sama menang pada pekan kesembilan Liga 1 musim 2017, Kamis (1/6/2017) malam.

Madura United mengawali pekan kesembilan Liga 1 dengan menjamu sesame klub Jawa Timur, Persegres Gresik United, di Stadion Gelora Bangkalan.

Pada laga ini, anak asuh Gomes de Oliviera menang 3-2. Eks striker Werder Bremen, Boubacar Sanogo mencetak gol pembuka tuan rumah pada menit ke-12.

Lalu lima menit berselang, Fandi Eko Utomo menggandakan keunggulan Madura United. Fandi mencetak gol setelah memanfaatkan bola mental hasil sepakan penalti rekan setimnya, Dane Milovanovic.

Keadaan 2-0 untuk Madura United akhirnya berubah setelah dua menit kemudian atau menit ke-19, Persegres mencetak gol melalui kapten Arsyad Yusgiantoro.

Pada babak kedua, Bayu Gatra kembali membuat Madura United menambah keunggulan pada menit ke-59.

Arsyad kembali mencetak gol pada menit ke-74. Gol itu tercipta setelah sepakan penalti Patrick Cruz ditepis kiper Madura United, Panggih Prio Sembodho.

Sementara itu, Persela Lamongan yang juga memainkan laga kandang di Stadion Surajaya, memenangi laga. Mereka menumbangkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1.

Setelah tanpa gol pada babak pertama, Sriwijaya FC unggul dulu melalui gol Alberto ’Beto’ Goncalves. Gol ini tercipta pada menit ke-58.

Namun, penyerang senior tuan rumah Samsul Arif sukses menyamakan skor via sepakan 12 pas pada menit ke-62.

Bek berpengalaman Aang Suparman sukses menjadi aktor kemenangan Persela. Gol eks pemain Borneo FC ini dicetak pada menit ke-71. (Estu Santoso)

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/01/22554148/hasil.liga.1.madura.united.dan.persela.raih.kemenangan

Kini Timnas U-19 Punya Kiper Modern

JAKARTA, KOMPAS.com – Tim nasional U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-1 dalam pertandingan Grup C Toulon Tournament 2017 di Stade d’Honneur Marcel Roustan, Rabu (31/5/2017).

Di balik kekalahan tersebut, Garuda Nusantara -julukan Timnas U-19 – bermain cukup baik setidaknya pada babak kedua. Egy Maulana dan kawan-kawan menciptakan lebih banyak ancaman dan membuat Brasil kesulitan menguasai bola.

Salah satu pemain menonjol pada laga tersebut adalah sang kiper, muhammad riyandi. Selain melakukan sejumlah penyelamatan penting, kiper yang merupakan jebolan Liga Kompas Gramedia tersebut memiliki karakter kiper modern.

Dia mampu mengalirkan bola ke rekan yang berada di dekatnya.

Penjaga gawang modern bukan hanya menjaga gawang. Dia juga dituntut menginisiasi serangan, distribusi bola, dan pintar menyapu bola.

Keunggulan tersebut ada di dalam diri Riyandi. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang dituntut oleh pelatih Indra Sjafri agar bermain lebih banyak menggunakan kaki.

“Awalnya, saya tidak begitu bisa main dari kaki ke kaki. Filosofi pelatih Indra Sjafri ingin membangun serangan mulai dari kiper,” kata kiper milik Barito Putera tersebut kepada KOMPAS.com, Kamis (1/6/2017).

“Jadi, kiper harus berani menguasai bola. Dari situ, saya mulai belajar dari hari pertama sampai sekarang,” tuturnya menambahkan.

Agar terbiasa bermain modern, Riyandi mengaku selalu “menyantap” menu latihan passing dalam latihan bersama pelatih kiper Jarot Supriadi. Dia juga kerap mempelajari gaya penampilan kiper idolanya, Manuel Neuer.

“Yang pertama, saya ingin mencontoh kiper-kiper Eropa yang bermain lebih modern. Mereka berani bermain dari kaki ke kaki. Kalau Neuer, memang idola saya,” ujar kiper berusia 17 tahun tersebut.

Kiper bergaya modern merupakan sesuatu hal baru yang ditunjukkan Indra Sjafri. Saat membesut tim nasional U-19 pada 2013, Indra Sjafri memiliki kiper berkarakter konvensional yakni, Ravi Murdianto.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/02/03410008/kini.timnas.u-19.punya.kiper.modern.

Dianggap Mangkir dari Timnas, Bek Persija Didenda Rp 20 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bertanding sebanyak dua kali dan denda Rp 20 juta untuk bek Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa.

Sanksi tersebut diberikan karena bule – sapaan akrab Rezaldi – dianggap mangkir dalam pemusatan latihan tim nasional U-22 di Karawaci, Tangerang, 7-10 Mei 2017.

“Karena dia terbukti tidak hadir pada panggilan seleksi tim nasional dengan alasan sakit tetapi bermain untuk Persija Jakarta pada kompetisi Liga 1. Hukuman ini berlaku mulai tanggal 5 Juni 2017,” tulis Komdis PSSI dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Kamis (1/6/2017) malam.

Awalnya, Persija tidak mengizinkan pemain berusia 21 tahun tersebut mengikuti pelatnas karena dia mengalami cedera seusai tampil melawan Madura United pada 4 Mei 2017.

Meski begitu, Rezaldi ternyata tampil penuh dalam pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan pada 10 Mei 2017.

Saat itu, Rezaldi menegaskan bahwa dirinya bukannya tidak mau membela tim nasional. Dia hanya mengikuti permintaan manajemen agar ikut ke Lamongan.

Bule pun telah membuktikan pernyataannya bahwa dia mencintai timnas dengan memenuhi panggilan pelatnas di Bali pada 23-27 Mei 2017.

Namun, Bule tak terhindar dari hukuman. Alhasil, pemain berusia 21 tahun tersebut tak bisa tampil melawan PS TNI (8 Juni) dan Sriwijaya FC (16 Juni).

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/02/04240018/dianggap.mangkir.dari.timnas.bek.persija.didenda.rp.20.juta

Evaluasi Indra Sjafri Seusai Kekalahan Timnas U-19 dari Brasil

KOMPAS.com – Tim nasional U-19 Indonesia kalah pada laga pertama Toulon Tournament. Pelatih Indra Sjafri menilai ada kesalahan yang dibuat timnya pada pertandingan tersebut.

Timnas U-19 kalah 0-1 dari timnas U-20 Brasil pada kejuaraan dunia junior di Perancis itu. Pada laga di Stade d’Honneur Marcel Roustan, Rabu (31/5/2017), pasukan Indra Sjafri kalah karena gol Gabriel Novaes pada menit-menit akhir babak pertama.

Seusai laga, Indra mengaku bahwa Timnas U-19 telah bermain sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, pelatih asal Sumatra Barat berusia 54 tahun itu juga menilai bahwa tim lawan tampil lebih baik.

“Kami sangat menyesal karena kebobolan satu gol. Selamat kepada Brasil yang berhasil memenangi pertandingan ini,” tutur Indra Sjafri seperti dikutip dari Festival-foot-espoirs.com.

“Para pemain seharusnya bergerak dengan melakukan umpan pendek. Saya telah meminta tim untuk terus melakukan hal itu selama empat tahun terakhir, tetapi Brasil tampil lebih baik daripada kami secara teknis dan fisik,” ujarnya.

Pada sepanjang pertandingan, Indonesia lebih banyak berada di bawah tekanan. Bahkan, Garuda Muda hanya memiliki empat tembakan yang dua di antaranya tepat sasaran.

Jumlah ini sangat jauh dengan apa yang didapat Brasil. Vinicius Costa dkk berhasil memiliki 12 peluang dengan enam tembakan yang tepat mengarah ke gawang Indonesia.

Indra pun mengatakan bahwa usia para pemainnya menjadi salah satu faktor Timnas U-19 tidak bisa memberikan perlawanan lebih banyak kepada Brasil.

Timnas U-19 Indonesia ini dibentuk dari para pemain berusia di bawah 18 tahun sebagai persiapan menghadapi Piala AFF U-18 di Myanmar pada September 2017 dan kualifikasi Piala Asia U-19 yang sudah akan dimulai pada Oktober 2017.

“Para pemain saya masih sangat muda. Usia mereka sekitar 17 tahun, bahkan yang termuda masih 16 tahun,” ucap mantan pelatih Bali United itu.

“Pengalaman ini sangat penting bagi mereka dan harus terus mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan (kualifikasi) Piala Asia U-19 2017 mendatang,” kata Indra.

Setelah ini Indonesia akan menghadapi Republik Ceska di Stadon Parsemain, Fos-Sur-Mer, pada Sabtu (3/6/2017) sementara Brasil akan menguji kekuatan Skotlandia sehari setelahnya. (Verdi Hendrawan)

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/02/07270058/evaluasi.indra.sjafri.seusai.kekalahan.timnas.u-19.dari.brasil

Pelatih Sriwijaya FC: Persela dalam Puncak Permainan

LAMONGAN, KOMPAS.com – Pelatih Sriwijaya FC, Osvaldo Lessa, berharap kepercayaan diri para pemainnya tak runtuh seusai kalah 1-2 dari Persela Lamongan pada pertandingan Liga 1, Kamis (1/6/2017).

Pada laga di Stadion Surajaya itu, Sriwijaya FC sempat unggul melalui gol Alberto ’Beto’ Goncalves pada menit ke-58. Namun, tuan rumah bisa membalikkan kedudukan melalui eksekusi penalti Samsul Arif (62′) dan sundulan Aang Suparman (71′).

“Saya ucapkan selamat untuk Persela. Mereka memang dalam puncak permainan dan bisa kalahkan tim hebat. Kami akan evaluasi diri,” ujar Osvaldo Lessa seusai laga.

“Sriwijaya sudah main bagus, tapi masih belum beruntung. Kami harus kerja keras lagi, ada waktu untuk kerja bagi semua pemain. Mental pemain agak menurun, karena kita kembali kalah. Tapi tetap saja kita harus bangkit dan tetap menatap ke depan,” ucap dia.

Sementara itu, pelatih Persela Heri Kiswanto menilai permainan Sriwijaya tidak kalah bagus. Hanya, para pemain Persela sangat bersemangat untuk mempersembahkan poin di hadapan pendukungnya sendiri.

“Kami selalu siap di setiap laga,” tuturnya.

Sumber:
http://bola.kompas.com/read/2017/06/02/09090008/pelatih.sriwijaya.fc.persela.dalam.puncak.permainan